Beginnings #2.2 The Later Beginning: Your Second Scene

Setelah membaca mengenai teknik-teknik yang dapat digunakan untuk menulis adegan kedua dalam cerita Anda, mungkin Anda bertanya-tanya, sebaiknya teknik mana yang akan Anda gunakan.

Poinnya adalah, adegan kedua dalam cerita harus memiliki kemampuan untuk meneruskan alur cerita sekaligus menjaga level konflik yang sudah terbangun di adegan sebelumnya. Satu cara sederhana untuk melakukan hal tersebut adalah dengan membayangkan apa yang karakter-karakter Anda inginkan dan apa yang akan mereka lakukan dalam situasi yang ada. Sejatinya, dalam sebuah fiksi, orang selalu menginginkan sesuatu. Karena setiap karakter memiliki sifat dan keinginan tertentu, membayangkan bahkan membuat daftar atas kecenderungan sikap yang akan mereka lakukan akan membuat Anda dapat menulis adegan kedua dengan lebih mudah.

Berbicara mengenai karakter, maka akan Anda dapati di pembahasan mengenai kedua adegan pertama dalam cerita, bahwa karakter yang berbeda juga akan memiliki konflik dan perkembangan yang berbeda. Seperti halnya fungsinya untuk menghadirkan konflik awal, adegan-adegan awal cerita juga berperan untuk memperkenalkan karakter-karakter dalam cerita Anda. Kedua hal tersebut merupakan aspek tak terpisahkan. Masing-masing karakter akan menciptakan atau bereaksi terhadap suatu konflik sesuai sifat yang mereka miliki. Oleh karena itu, tantangan berikutnya dalam menulis cerita Anda adalah mengembangkan cerita sekaligus karakter Anda menjadi individu nyata dan unik.

Continue reading

Advertisements

KeyIdea #35 Sahabat

35. Sahabat

Hai!
Lagi-lagi minggu yang sepi, ahaha. Curiganya sih lagi sibuk doTA, kaya Om Anjang dan Andy.

Oke, sung aja kita lanjut ke KeyIdea minggu ini, dengan kata yang dijamin sangat familiar dengan teman-teman semua.
Kayanya nggak mungkin dipisahkan dari kehidupan kita.
Apakah itu?

Sahabat.

Berjuta rasa dan makna nampaknya mengiringi kata yang satu ini. Nggak perlu lama-lama, pilih satu dan tuangkan dalam tulisan.
Ditunggu sampai 19 Oktober 2014 jam 22.00
Aturan main, seperti biasa: https://taspena.wordpress.com/weeklyevent

^^

Beginnings #2.1 The Later Beginning: Your Second Scene

Setelah adegan pertama, apa yang terjadi berikutnya dalam cerita Anda?

Adegan selanjutnya, yaitu adegan kedua, dapat Anda tulis dengan tiga pilihan.

1. Backfill

Pada dasarnya, metode backfill termasuk tipe penjelasan. Melalui metode ini, Anda menjelaskan siapa karakter yang muncul dalam adegan pertama cerita dan hal-hal lain yang berkaitan dengan adegan pertama tersebut. Metode backfill dapat disampaikan menggunakan sudut pandang Si Penulis ataupun karakter dalam cerita itu sendiri.

Penggunaan backfill berpotensi melambatkan alur cerita, yang dapat menguntungkan, dapat pula merugikan. Menggunakan backfill dapat dianalogikan dengan Teori Kolam Renang. Menurut teori ini, membuat struktur suatu fiksi sama seperti ketika Anda mulai berenang dari tepi kolam. Semakin kuat dan bertenaga tolakan awal Anda ke dinding kolam, semakin lama Anda bisa meluncur menembus permukaan air. Sama halnya dengan sebuah cerita, semakin kuat dan bertenaga adegan pembuka Anda, semakin pembaca Anda dapat menoleransi adegan berikutnya yang beralur lebih lambat. Continue reading

Beginnings #1.4 The Very Beginning: Your Opening Scene

Setelah mengetahui komponen-komponen penting untuk adegan pembuka cerita Anda, lalu apa yang harus Anda lakukan?

Tanyakan pada diri Anda, apa yang dapat dicapai oleh adegan pembuka tersebut dalam kaitannya dengan cerita Anda? Apa yang berbeda antara akhir adegan tersebut dan awalnya?

Secara umum, adegan dalam fiksi sendiri terdiri atas dua tipe, yaitu tipe dramatis dan tipe penjelasan. Tipe penjelasan, pada dasarnya, menghadirkan aksi yang tidak terlalu penting atau butuh dramatisasi. Namun, adegan pertama dalam cerita Anda sebaiknya bukan merupakan adegan bertipe penjelasan. Adegan pertama Anda akan lebih menarik dan lebih mudah ditulis jika ada sesuatu yang berbeda pada akhir adegan dibanding awal adegan tersebut. Oleh karena itu, tugas seorang penulis adalah menemukan apa perubahan tersebut.

Continue reading

Beginnings #1.3 The Very Beginning: Your Opening Scene

Melanjutkan materi edisi kemarin, kali ini kita membahas aspek ke-4 yang dibutuhkan untuk menulis adegan pembuka yang menarik.

4. Kredibilitas

Detail paling akurat dan menarik sekalipun tidak akan berarti tanpa adanya kredibilitas dalam cerita. Kredibilitas di sini berkaitan dengan kepercayaan pembaca akan kemampuan penulis. Kepercayaan bahwa Sang Penulis memiliki kontrol akan tulisannya. Kredibilitas suatu cerita dapat dibentuk dengan mengontrol beberapa aspek, seperti diksi, penggunaan kata, konstruksi kalimat, ragam kalimat yang digunakan, serta warna cerita yang ditulis.

Diksi

Pengontrolan diksi berarti mengontrol kata apa yang digunakan dan diletakkan di mana dalam cerita. Kata-kata dalam cerita Anda harus digunakan dengan tepat, sesuai arti yang dituju. Continue reading

KeyIdea #33: Kota

kota

Tes, tes.

Hai, para Sahabat Pena. Ketemu lagi dengan Weekly Event.

Terima kasih sebelumnya untuk Putra dan Agie atas partisipasinya di Weekly Event minggu lalu. Seperti biasa, silakan hubungi Om Anjang untuk pencairan hadiah.

Yak, lanjut ke KeyIdea minggu ini, ada kata yang sangat familiar untuk kita semua.

K.O.T.A

Pasti banyak cerita kan tentang kata yang satu ini?
Sung tuangkan dalam tulisan, dan submit ke Taspena sesuai aturan dihttps://taspena.wordpress.com/weeklyevent

Kami tunggu hingga 4 Oktober 2014, pukul 22.00
^^

Beginnings #1.2 The Very Beginning: Your Opening Scene

Pada edisi ini, kita akan membahas tentang elemen-elemen yang dibutuhkan untuk membuat adegan pembuka cerita Anda menarik.

1. Karakter
Adegan pembuka haruslah memberikan tokoh yang menarik fokus pembaca. Pada cerita pendek, tokoh ini harus muncul seketika di awal cerita dan memiliki keterikatan kuat dengan inti cerita. Selain itu, tokoh tersebut haruslah berupa seorang individu yang memiliki karakter, bukan hanya sekedar tokoh deskriptif. Dalam novel, di sisi lain, karakter utama ini bisa jadi baru muncul setelah beberapa saat.

Umumnya, sebuah adegan pembuka yang sukses mampu memunculkan karakter yang kuat ke hadapan pembaca, karena kebanyakan cerita, pada dasarnya, berkisar pada manusia dan hal-hal di sekitarnya.

Continue reading